Header Ads


BI Tekan Inflasi Demi wilayah Tiga Cirebon

Kota Cirebon (89,2 CR) - Prospek ekonomi di wilayah 3 Cirebon pada akhir tahun 2016 relatif stabil. Pemerintah harus bisa menekan inflasi di bawah angka 3 persen agar daya beli masyarakat terus meningkat, dampaknya pertumbuhan ekonomi bisa naik di atas 5 persen. Demikian dikatakan kepala Bank Indonesia Cabang Cirebon, Abdul Majid Ikhram saat pertemuan tahunan di kantor BI setempat siang tadi, Selasa (13/12/2016). 

" Kami terus berusaha menekan inflasi agar terus stabil, targetnya bisa ditekan sekecil mungkin untuk wilayah 3 Cirebon," kata Majid. 

Dirinya menambahkan, jika inflasi di wilayah 3 Cirebon rendah maka tidak menutup kemungkinan wisatawan datang ke Cirebon berani membeli produk dengan harga yang cukup bersaing dengan daerah lain.

" Dengan inflasi rendah maka wisatawan tidak segan - segan membelanjakan uangnya di Cirebon karena harganya cukup terjangkau, " tambahnya. 

Abdul Majid juga meminta agar perbankan tidak takut menyalurkan kredit kepada para pengusaha lokal karena dengan nilai inflasi yang rendah peluang usaha untuk pariwisata dan industri rotan masih terbuka lebar apalagi saat ini suku bunga kredit hanya 1,5 persen. 

" Perbankan sengaja dikumpulkan agar tidak takut dengan pengusaha lokal karena memang Ciayumajakuning ini tengah berkembang pesat apalagi usaha yang lebih bermain ke lokalan seperti rotan atau pariwisata, " tambahnya. 

Di akuinya sektor industri dan pertanian masih mendominasi perekonomian Ciayumajakuning, sementara untuk sektor wisata masih belum mendominasi. Butuh peran pemerintah daerah untuk bersama - sama mengembangkan usaha tersebut agar bisa berkembang pesat seperti daerah lain. 

" Pemerintah harus mampu merangkul semua usaha agar usaha lainnya bisa berkembang," pungkasnya. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.