Header Ads


Razia Handphone Diduga Penyebab Lapas Kelas 1 Kesambi Ricuh

Kota Cirebon (89,2 CR) - Menolak dilakukan razia handphone, narapidana di Lapas Kelas I Cirebon ngamuk. Kericuhan tidak bisa dihindari antara narapadina dengan petugas lapas. Situasi sudah kembali kondusif setelah petugas lapas dibantu Brimob Datasemen C Polda Jawa Barat mengendalikan para narapidana tersebut.

Dikatakan kepala Lapas Kelas I Kesambi Cirebon Heni Yuwono, kericuhan antara petugas dengan narapidana berawal dari kegiatan rutin yakni razia handphone di dalam blok lapas. Selang beberapa jam para napi di blok A melakukan protes kepada petugas. Para napi sempat melemparkan batu kepada petugas, dan kericuhan pun terjadi. 

"Kami biasa lakukan kegiatan rutin yaitu razia handpone di dalam blok, saat para napi akan istirahat ada protes di blok A, sayangnya dilakukan dengan cara tidak baik, petugas kami langsung menyelamatkan diri karena napi melempari dengan batu, " jelasnya kepada CR, Rabu (21/3/18).

Masih kata Yuwono, para penghuni lapas dilarang menggunakan handphone, bagi pihak keluarga yang ingin berkomunikasi bisa datang langsung ke dalam lapas. Dirinya berencana memanggil sejumlah penghuni yang dianggap bisa memecahkan persoalan ini.

Sementara itu Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menerangkan, pihaknya sudah meminta kepada pihak lapas mengevaluasi penggunaan alat komunikasi di dalam lapas. Dirinya juga meminta agar razia handphone tidak dilakukan setiap hari, karena hal itu memicu terjadi kerusuhan di dalam lapas. Terkait provokator pihaknya tengah memeriksa CCTV yang dirusak oleh para napi.

"Napi setuju kalau razia handpone setiap minggu atau setiap bulan, tapi bukan setiap hari. Total ada 9 blok dan 2 alat komunikasi yang di sediakan lapas tapi tidak digunakan karena mahal. Untuk provokator kami lihat rekaman CCTV yang dirusak para napi, " tegasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.