Tidak Terkontrol, Sampah Desa Pangkalan Kabupaten Cirebon Meluap
Kab Cirebon (89,2 CR) - Sampah berserakan di pinggir aliran sungai di Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Warga disekitar bantaran sungai merasa terganggu dengan bau menyengat. Apalagi ketika sungai meluap dan sampah dibakar. Warga setempat yang terkena dampak sampah pun mulai mengeluh.
“Padahal bukan tempat pembuangan sampah, yang awalnya tempat irigasi untuk pengaliran air di sawah, namun kini tercemar oleh tumpukan sampah. Pasalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Pangkalan tidak tersedia layaknya desa tetangga yakni desa Bakung,” ujar Raminah warga pangkalan (50).
Pantauan CR, ketika mendatangi kantor Perangkat Desa, Kepala Desa Sarnedi mengatakan, dirinya kurang mengetahui adanya tumpukan sampah di bantaran sungai, pasalnya dia baru dua bulan menjabat sebagai Kepala Desa dan mengaku belum mengontrol irigasi yang dijadikan tempat sampah itu.
Sarnedi mengusulkan akan ada musyawarah dengan masyarakat mengenai iuran sampah, namun belum dipastikan waktunya sebab masih sibuk dengan adanya pendataan Pilkada serentak. Suwarta yang juga salah satu Perangkat Desa Pangkalan mengatakan, Kendala dari masalah sampah di Desa Pangkalan yakni kurangnya kesadaran diri masyarakat terhadap lingkungan dan kurangnya armada pengangkut sampah.
“Harusnya tempat itu dipagar dan dikasih plang larangan membuang sampah, warga juga dihimbau untuk membakar sampahnya sendiri, agar bantaran sungai tidak tercemar,” tandas Sarnedi.
Warga di sekitar bantaran sungai berharap perangkat desa segera mengontrol sampah yang menumpuk dan mencari solusi agar sampah tersebut bisa diatasi. Raminah menyetujui diadakannya iuran sampah, agar tidak terganggu oleh bau menyengat dari tumpukan sampah tersebut.









Tidak ada komentar
Posting Komentar