Header Ads


Guru Honor Di Kota Cirebon Berharap Dapat Tunjangan Yang Layak

Kota Cirebon (89,2 CR) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon berharap tahun depan guru honor yang sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) mendapat tunjangan dari Pemkot Cirebon. Pasalnya selama ini guru honor hanya mendapatkan upah dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang nilainya jauh dari cukup.

Kepala Disdik Kota Cirebon Jaja Sulaeman menerangkan, dari 1088 guru honor yang sudah mendapatkan SK, baru 750 yang mendapatkan honor dengan upah Rp 300.000 perbulan, sementara sisanya tidak mendapatkan honor sepeser pun dari dana BOS.

"Dari kemarin yang sudah mendapatkan SK, hanya separuhnya yang sudah mendapatkan upah itu pun jauh dari cukup, sisanya belum mendapatkan. Yang belum ini harus mendapatkan perhatian lebih dari Pemkot Cirebon, " katanya kepada awak media, Selasa (17/4/18).

Pendidikan di Kota Cirebon sangat bergantung kepada guru honor, karena pada tahun ini ratusan guru SD dan SMP bersatus PNS pensiun, dampak dari program Impres yang dicanangkan dulu. Tanpa keberadaan mereka banyak siswa terlantar dan kurang mendapatkan pengajaran di sekolah. Perannya sangat penting untuk masa depan pendidikan di Kota Cirebon. 

"Moratorium belum dicabut, sementara tahun ini PNS guru banyak yang pensiun, kami sangat bergantung sekali kepada guru honor, tanpa mereka bagaimana nasib pendidikan di Kota Cirebon, " keluhnya.

Jaja mengaku sudah menyerahkan usulan kepada Pemkot Cirebon dan legislatif untuk tunjangan yang layak bagi guru honor yang sudah mendapatkan SK. Dirinya berharap tunjangan guru ini dimasukan kedalam APBD Tahun 2019.

"Kami sangat berharap nanti bisa dianggarkan dalam APBD tahun 2019, nasib mereka harus diperhatikan, jangan sampai sudah sangat membantu tapi dilupakan, " tandasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.