Header Ads


Nasabah Global Insani Mengadu Ke LBH, Terkait Dana Haji Dan Umroh

Kab Cirebon (89,2 CR) - Puluhan Nasabah jasa investasi umroh dan haji BMT Global Insani di wilayah III Cirebon mengadu kepada LBH-Forum Bela Negara (FBN) RI Cirebon. Mereka meminta bantuan hukum terkait janji Global Insani yang belum juga diberangkatkan umroh dan haji. Kasus ini kini sudah ditangani Polda Jawa Barat. 

Salah seorang perwakilan nasabah asal Indramayu, Ahmad Masud mengaku Global Insani hanya mengumbar janji kepada nasabah akan di brangkatkan umroh dan haji. Ada 75 nasabah asal Indramayu yang belum jelas nasibnya, mereka sudah menyerahkan uang sebesar 20 sampai 30 juta. Global Insani berjanji akan memberangkatkan pada tahun 2018, namun mereka tindak kunjung brangkat. 

"Saya punya 75 calon jamaah haji dan umroh meminta kepada LBH agar permasalahan ini selesai. Para jamaah saya sudah menyelesaiakan pembayaran untuk porsi haji ke Global Insani, namun hingga kini tak ada kejelasan," kata Ahmad, Jum'at (6/4/18).

Bagi nasabah kerugian yang diderita bukan hanya bebani materi namun imateri. Mereka merasa malu kepada saudara dan tetangga karena gagal berangkat haji. Para nasabah berharap dengan mengadu ke LBH FBN dana bisa dikembalikan.

Ketua LBH-FBN RI Cirebon Ibnu Saechu mengatakan sekitar 30 calon jamaah haji yang tercatat sebagai nasabah Global Insani mengadu. Dirinya mengaku gelombang pengaduan para nasabah Global Insani itu sudah terjadi sejak 2017 silam. total kerugian yang dialami seluruh nasabah ditaksir mencapai Rp 60 miliar. Ia juga menyebutkan untuk calon jamaah haji yang terdaftar di Global Insani sekitar 1.400 calon jamaah. Sedangkan jamaah umroh, lanjutnya, sekitar 4.000 jamaah. 

"Mereka mengadukan tentang Global Insani terkait travek umroh dan haji yang diduga bodong. Global Insani tak bisa memberangkatkan para jamaah. Sedangkan, pihak perbankan malah nagih pelunasan ke para jamaah ini," kata Ibnu usai menerima aduan. 

Menurut Ibnu mayoritas jamaah yang mengadu sudah melunaskan pembayaran porsi haji. Namun, hingga kini tak kunjung ada kejelasan tentang pemberangkatnnya. Awalnya persoalan ini ditangani Polres Cirebon, namun korban tersebar di seluruh Indonesia maka persoalan ini kini ditangani Polda Jawa Barat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.