RSUD Gunung Jati Mengaku Belum Maksimal Terkait Fasilitas IGD
Kota Cirebon (89,2 CR) - Terkait fasilitas Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Gunung Jati, mengenai tempat tunggu pengantar pasien, Wakil Direktur Umum Keuangan, Muhammad Atlantik, mengklaim ada di dalam, namun tidak semua bisa masuk. Sebab ruang tunggunya terbatas.
Atlantik menjelaskan, bukan berarti belum mampu secara finansial untuk memfasilitasi tempat tunggu pengantar pasien, namun lahan yang di depan ruang IGD tidak memadai untuk fasilitas tunggu pengantar pasien. Pasalnya, itu untuk akses masuknya ambulans dan juga kendaraan lain di depan IGD.
"Kami juga sudah mengobrol dengan orang pusat, bahwa jangka pendek kami belum mampu, bukan belum mampu secara finansial, tapi lahannya dipakai, susah. Lalu ambulans itu mau ditaruh dimana sedangkan akses ambulans harus cepat," tambahnya.
Tidak bisa dipungkiri, dirinya mengakui pelayanan RSUD Gunung Jati belum maksimal, karena anggaran tahun ini belum turun lagi dari provinsi untuk merevitalisasi IGD terpadu dan sebagainya.
"Tahun ini pembangunan masih betonisasi dulu, kan tidak mungkin kalo dibangun langsung dirancang, nanti rancangannya bisa salah," tuturnya ketika diwawancara CR, Selasa (24/04/2018).
Imbuhnya lagi, yang terpenting masyarakat yang sakit dilayani terlebih dahulu, kalau untuk yang menunggu berharap masyarakat bisa berpartisipasi dan sabar, sampai IGD terpadu yang baru sudah bisa difungsikan dan pastinya lengkap dengan adanya ruang tunggu pengantar pasien.









Tidak ada komentar
Posting Komentar