Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid yang memiliki tiga gerbang di bagian depannya tetapi hanya satu gerbang di sebelah utara (kanan) yang paling sering dibuka pada hari-hari biasa menjelang waktu sholat. Diluar waktu sholat pengunjung melewati gerbang belakang menyusuri jalan setapak di sebelah kanan tembok utara masjid.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini berbeda dengan masjid-masjid wali pada umumnya, Mengapa ? Karena masjid ini tidak mempunyai bentuk atap tajug atau limasa bersusun dengan jumlah ganjil, tidak mempunyai bentuk atap limasan dan diatasnya tidak dipasang Momolo atau Mahkota Masjid serta bentuk konstroksi masjid secara keseluruhanpun terlihat pendek dibandingkan dengan Masjid Agung Demak yang terlihat Tinggi dan Gagah. Bisa jadi inipun perlambang sifat feminine.
Keunikan dari interior Masjid Agung Sang Cipta Rasa diantaranya yaitu ruangan. Didalam Ruangan utama banyak tiang-tiang kayu, serta berjejer kaligrafi lukisan kaca di atas dinding bata dengan aneka ayat-ayat Al-Qur’an. Lukisan kaca merupakan salah satu seni lukis Khas Cirebon. Tiang yang ada di dalam ruangan tersebut dibuat dari kayu jati dengan diameter 60 cm dan tinggi mencapai 14 meter. Tiang yang terkenal di masjid ini disebut saka tatal bisa dikatakan ini adalah ciri khas Sunan Kalijaga dalam membangun masjidnya, dia menyambung potongan-potongan tiang (TATAL) dan mengikatknya dengan lempengan besi menjadi satu tiang baru. Filosofi Saka Tatal sebagai berikut :
- Jangan bercerai berai, berpeganglah teguh kepada Allah SWT dan Al-Qur’an.
- Orang-orang yang rusak masih bisa dirangkul untuk menuju jalan kebaikan.
- Hidup harus ada manfaatnya.
Layaknya sebuah masjid kerajaan, di Masjid Agung Sang Cipta Rasa disediakan tempat sholat khusus bagi keluarga kerajaan berupa area yang dipagar dengan pagar kayu berukir disebut dengan istilah Maksurah. Terdapat dua Maksurah di masjid ini, Maksurah yang banyak ditemui di masjid tua Arabia, Afrrika utara hingga wilayah bekas kekuasaan emperium Turki Usmani.
Keunikan Maksuah yang terdapat di dalam Masjid Agung Sang Cipta Rasa ada di Negara-negara lain fungsi awalnya sebagai perlindungan bagi Sultan dan Pejabat Tinggi kerajaan selama melaksanankan sholat dimasjid dari kemungkinan serangan fisik terhadap petinggi kerajaaan. Pada masanya di dalam Maksurah dilengkapi dengan senjata ringan pembelaan diri seperti tombak dan lainnya.
( Sumber : pintuwisata.com )









Tidak ada komentar
Posting Komentar