Header Ads


Situs Megalitik Kebon Tebu

Lampung Barat tak hanya punya panorama alam Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang menyimpan dua air terjun ternama di dalamnya. Atau Pantai Tanjung Setia yang eksotik untuk bermain surfing. Di perbatasan Lambar dengan Bukit Kemuning (Lampung Utara), ada wisata situs megalitik Batu Brak, Kebun Tebu. Butuh waktu sekitar 15 menit dari Simpang Gadis, Kecamatan Sumber Jaya menuju lokasi situs di Jalan Lebuay, Pekon Purajaya, Kecamatan Kebun Tebu.

Dari Liwa, Tribun menempuh perjalanan sekitar dua jam menggunakan kendaraan roda dua. Yang menarik di sini, tidak ada pungutan sama sekali saat memasuki dan menjelajahi lokasi yang banyak menyimpan aneka batuan jaman Megalitik itu. Sapran, pria paruh baya yang menjaga rumah informasi lokasi situs menuturkan, wisata ini sengaja digratiskan oleh pemerintah sebagai ruang belajar sejarah.

Syaratnya hanya menjaga dan tidak merusak bebatuan yang ada di dalamnya. “Ada batu menhir (tegak), dolmen (meja), datar dan jenis lainnya di dalam situs megalitikum Batu Brak yang memiliki luas lahan 3,5 hektar ini,” ceritanya kepada Tribun Lampung, Minggu (30/9). Berdasarkan catatan sejarah, ungkap dia, situs ini pertama kali ditemukan oleh BRN tahun 1951. Penelitian awal dilakukan Profesor Ares Sukendar pada 1980 lalu. Di lokasi situs yang awalnya merupakan perkebunan kopi penduduk lokal, sambung dia, terdapat 40 buah batu menhir, 38 batu dolmen, dua batu datar, dan beberapa batu kelompok.

Dituturkannya, proses pemugaran sudah dilakukan dua kali. Tahun 1984 dan 1989 lalu. Dalam pemugaran dilakukan reposisi dan rekonstruksi batuan ke posisi semula. Karena saat ditemukan, posisi bebatuan tidak beraturan lantaran gejala alam seperti gempa bumi, tanah longsor, dan faktor usia. “Selain pelajar maupun umum, mahasiswa maupun peneliti asing juga banyak yang melakukan riset ke sini,” terangnya.(sulis setia markhamah) Situs Megalitik Kebon Tebu ditemukan pertama kali  oleh rombongan  Transmigrasi  Biro  Rekontruksi Nasional (BRN) dari Subang, Jawa Barat  yang di pimpin oleh  Ama Poeradirja pada tahun 1951, sebanyak 70 KK. Sedangkan pengertian batu berak sendiri adalah >batu banyak.Selain  situs batu berak  ditemukan juga situs lainnya.

- Situs Batu Jagur
- Situs batu tameng
- Situs telaga mukmin
- Situs cabang dua
- Situs batu jaya
- Situs air ringkih

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat  mengenai  penemuan  7 situs  Megalitik, pada tahun 1977  pemerintah membentuk  tim peneliti guna mengadakan penelitian. Tim studi kelayakan di pimpin oleh  Haris Sukendar  dengan anggota Dulhadi Tabahasa , Suhadi, Budhiyono, BA, Aryana Setiawan, Rusmana Winata di bantu oleh kepala desa dan  Rasyam. Penelitian itu sendiri dilakukan di situs telaga mukminSesudah diadakan penelitian pada tahun 1977 oleh tim Gabungan Pusat  penelitian Arkeologi nasional dan kantor wilayah Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Lampung Bidang  Permuseuman, Sejarah dan kepurba kalaan, kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 1980.

Setelah diadakan beberapa kali penelitian, baru pada tahun anggaran 1981 diadakan pemugaran I meliputi penegakan 2 buah menhir 4 pengangkatan 2 buah dolmen besar di situs batu berak. Kemudian dilanjutkan secara bertahap sampai tahun 1989. Situs megalitik batu berak sendiri terletak di Desa Purajaya Kecamatan Sumberjaya Lampung Barat, seluas 3,5 Ha.Hasil temuan Situs Megalitik Kebon Tebu/Batu Berak.

1. Menhir
Menhir atau biasa disebut batu Tegak/tiang Batu. Sedangkan fungsi menhir adalah tanda penguburan tanda peringatan, menolak bahaya dan tempat memberikan hukum upacara-upacara besar. Menhir di situs Batu Berak tersusun membentuk garis pararel lurus berorientasi utara-selatan, menghadap ke gunung Rigis yang merupakan gunung tertinggi, berada disebelah utara situs Batu Berak.

Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa Menhir situs Batu Berak lebih berfungsi tempat pemujaan dan tempat tinggal. Menhir situs Batu Berak terbuat dari batu monolit yang berton – ton beratnya. Sedangkan dolmen terbesar terdapat disitus batu jagur yang ukuran tinggi 300 cm, lebar 89 cm dan tebal 55 cm.

2. Dolmen
Dolmen atau biasa juga meja batu yang disangga batu yang lebih kecil berjumlah 4 sampai 6 buah. Dolmen terbuat dari batu andesit, yang berfungsi sebagai tempat penguburan. Namun dari hasil penelitian fungsi dolmen pada situs Batu Berak lebih berfungsi sebagai tempat pemujaan.

Seperti halnya menhir, dolmen situs Batu Berak pun tersusun membentuk satu garis lurus berotientasi utara – selatan menghadap ke gunung Rigis. Dolmen situs Batu Berak berjumlah 27 buah. Dolmen terbesar terdapat di situs telaga mukmin dengan ukuran panjang 300, lebar 290 dan tebal 69 cm.

3. Batu Datar
Batu Datar yaitu batu yang permukaan rata dan datar. Pada prinsipnya batu datar sama dengan dolmen, hanya yang membedakan kalau batu datar tidak disanggah oleh batu – batu yang lebih kecil. Batu datar biasanya digunakan sebagai tempat sesaji yang diperuntukan bagi arwah nenek moyang. Batu datar di situs Batu Berak berjumlah 3 buah.

4. Batu Umpak
Batu  umpak adalah  batu yang berfungsi  sebagaai penyangga  tiang  rumah ataupun bangunan. Berdasarkan hasil penelitian dalam bentuk studi  kelayakan menyimpulkan bahwa peninggalan yang terdapat di situs  megalitik Kebon Tebu meliputi situs pemukiman dan tempat pemujaan.

5. Pecahan keramik lokal dan asing
Di situs batu berak ditemukan juga pecahan keramik lokal dan asing. Keramik asing di situs  batu berak berasal dari Cina yaitu dari dinasti Sung dan dinasti Yuan sekitar tahun 2500 SM

6. Manik-manik
Manik-manik yang ditemukan  di situs batu berak, terbuat  dari kaca  dan batu karnelin. Bentuk manik –manik itu  sendiri beraneka  macam : ada yang  bulat, piph, oval, bikon dan lain-lain. Fungsi dari manik-manik  ketika itu sebagai perhiasan dan bila pemiliknya  meninggal biasanya  disertakan sebagai bekal kubur, atau bisa  juga  sebagai penabur sewaktu ada upacara.Selain temuan-temuan itu, ditemukan juga batu bergores di situs batu jaya dan situs air ringkih.

Batu bergores biasanya  berfungsi sebagai pengasah peralatan pada masa prasejarah.Peninggalan sejarah dan purbakala situs megalitik Kebontebu merupakan warisan budaya masa prasejarah, yang memiliki  nilai kebanggaan nasional yang dapat diwariskan pada generasi muda.Sebelumnya situs ini sudah pernah diteliti oleh sarjana-sarjana luar mengungkapkan tentang kehidupan manusia masa lalu yang mencakup sosial ekonomi, adat-istiadat, religi dan lain-lain.

( Sumber : dinaspariwisata.lampungprov.go.id )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.