PT Indosement Di tuntut Ganti Rugi Lahan
![]() |
| Ilustrasi tanah |
KABUPATEN CIREBON (89,2 CR) Ribuan warga Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut pihak PT Indosemen Tunggal Prakarsa tbk untuk mengembalikan lahan pangonan milik desa yang selama ini dikuasai perusahan semen tersebut, Senin (14/1).
Massa mendatangi Kantor Bupati Cirebon untuk menyampaikan aspirasinya. Hanya saja rombongan tidak ditemui seorang pejabat pun. Dalam tuntutan dan orasinya mereka berjanji akan tetap mempertahankan hak mereka. Usai berunjukrasa di kantor bupati, massa kemudian mengalihkannya ke Dedung DPRD, meski kondisinya tidak jauh berbeda, mereka tak ditemui oleh wakil rakyat-nya.
Menurut pengunjukrasa, sebelum masuknya PT ITP, tanah pangonan milik Desa Palimanan Barat seluas 166 hektar. Yang meliputi 86 hektar terletak di Blok Sumur Watu, serta di Blok Kalen jaya dan Warakas seluas 80 hektar. Namun kata seorang pengunjukrasa, Setelah PT ITP masuk, luas tanah pangonan desa tersebut hanya tersisa 32 hektar saja. “Ini jelas penyerobotan, karena sisanya berada di lingkungan pabrik indosemen, karena itu kami ingin meminta hak kami,” kata pengunjukrasa.
Pantauan di lapangan, massa datang menggunakan beberapa truk dan angkutan kota (angkot). Aksi massa ini mendapaat pengawalan ketat petugas Polres Cirebon, TNI dan Satpol PP Pemkab Cirebon. (Jums-CR)
Massa mendatangi Kantor Bupati Cirebon untuk menyampaikan aspirasinya. Hanya saja rombongan tidak ditemui seorang pejabat pun. Dalam tuntutan dan orasinya mereka berjanji akan tetap mempertahankan hak mereka. Usai berunjukrasa di kantor bupati, massa kemudian mengalihkannya ke Dedung DPRD, meski kondisinya tidak jauh berbeda, mereka tak ditemui oleh wakil rakyat-nya.
Menurut pengunjukrasa, sebelum masuknya PT ITP, tanah pangonan milik Desa Palimanan Barat seluas 166 hektar. Yang meliputi 86 hektar terletak di Blok Sumur Watu, serta di Blok Kalen jaya dan Warakas seluas 80 hektar. Namun kata seorang pengunjukrasa, Setelah PT ITP masuk, luas tanah pangonan desa tersebut hanya tersisa 32 hektar saja. “Ini jelas penyerobotan, karena sisanya berada di lingkungan pabrik indosemen, karena itu kami ingin meminta hak kami,” kata pengunjukrasa.
Pantauan di lapangan, massa datang menggunakan beberapa truk dan angkutan kota (angkot). Aksi massa ini mendapaat pengawalan ketat petugas Polres Cirebon, TNI dan Satpol PP Pemkab Cirebon. (Jums-CR)









Tidak ada komentar
Posting Komentar