Bongkar Muat Di Buka Asal Tidak Mencemari Lingkungan
Kota Cirebon (89,2 CR) - Pertemuan antara pengusaha batu bara, pengusaha industri KSOP, Pelindo dan Pemerintah Kota Cirebon terkait bongkar muat batu bara di pelabuhan Cirebon memutuskan untuk kembali di bukanya bongkar muat tersebut namun pengawasan bongkar muat lebih di awasi terutama debu yang menyebar ke pemukiman warga sekitar.
Rapat sempat tegang saat ketua komisi B DPRD Kota Cirebon Didi Sunardi Walkout dari rapat tersebut.
Wali Kota Cirebon Drs Nasrudin Azis mengatakan persoalan batu bara harus di sikapi secara bijaksana, karena ada yang dirugikan dengan debu batu bara namun ada yang di untungkan dengan batu bara yaitu sektor industri. Oleh karena itu pemerintah kita Cirebon harus mencari solusi terbaik dengan cara kembali beroperasi bongkar muat batu bara dengan ketentuan proses bongkar muat di awasi dengan ketat.
" saya sebagai wali kota sangat mendukung rakyat tapi juga harus memperhatikan sektor industri, jadi harus bisa menemukan solusi agar masyarakat kota Cirebon sehat, industri tetap jalan " kata Wali Kota usai rapat siang tadi, senin (11/1/16).
Wali Kota dengan tegas akan memimpin aksi unjuk rasa jika debu dari batu bara kembali mencemari masyarakat kota Cirebon khususnya warga sekitar pelabuhan Cirebon.
" saya akan pimpin demo kalau debu nya ada lagi di wilayah pesisir dan sekitarnya " tegas wali Kota.
Sementara itu
Kepala KSOP II Cirebon Rivolindo SH akan memantau 24 jam proses bongkar muat batu bara di pelabuhan Cirebon, Dirinya pun akan bertanggung jawab jika debu batu bara mencemari lingkungan sekitar.
" saya siap pantau bongkar muat 24 jam kalau sampai debu keluar saya yang tanggung jawab " tegasnya.
KSOP sendiri belum memastikan kapan proses bongkar muat batu bara kembali di buka, pihaknya belum berkomunikasi lebih lanjut dengan wali kota Cirebon.









Tidak ada komentar
Posting Komentar