Pasca Ditutup, Pelindo Pasrah Sedangkan Wali Kota Cari Solusi Terbaik
Kota Cirebon (89,2 CR) - Bongkar muat batu di pelabuhan Cirebon akhirnya ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan oleh KSOP II Cirebon. Otomatis ribuan pekerja pelabuhan yang bergerak di batu bara di istirahatkan. Pelindo Cirebon sendiri kehilangan pendapatanya hampir 70 persen.
Assistant GM Pengendalian Kinerja dan PFSO Pelindo II Cabang Cirebon, Iman Wahyu SH mengatakan, Pelindo sebagai operator akan mematuhi keputusan dari KSOP yang notabane adalah perpanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan. Dengan ditutupnya aktivitas batubara di Pelabuhan Cirebon, berdampak besar pada sektor perekonomian di Jawa Barat, pasalnya komoditas batubara dari Pelabuhan Cirebon sebagian besar dikirim ke industri di Jawa Barat, termasuk daerah Bandung.
“Kami, sebagai operator wajib mematuhi apa yang telah diputuskan oleh KSOP untuk menghentikan aktivittas batubara di Pelabuhan Cirebon. Dampak dari penutupan adalah perusahan yang bergerak dibatu bara berhenti, supir, warung dipelabuhan dan perusahaan di Jawa Barat yang bergantung dengan batu bara ” Kata Iman Wahyu saat konfrensi perss siang tadi, jumat (81/1/16)
Iman menerangkan, dampak dari penutupan batu bara yaitu penurunan secara drastis pendapatan Pelindo II Cirebon, diakuinya hampir 70 persen penghasilan Pelindo berasal dari bongkar muat batu bara.
" Dalam setahun bisa sampai 4 Miliar tapi kalau ditutup maka kami kehilangan pendapatan hampir lebih dari setengahnya, rencananya kami akan berusaha mengajak perusahaan yang ada di Cirebon untuk memanfaatkan bongkar muat di pelabuhan " Keluhnya
Saat penutupan batubara oleh KSOP, terdapat dua kapal tongkang batubara yang sampai saat ini belum dibongkar. Kapal tongkang tersebut terpaksa dikembalikan ke asalnya.
Wali Kota Cirebon Drs Nasrudin Azis akan mengumpulkan perusahaan batu bara di Cirebon, perusahaan yang menggunakan batu bara di luar Cirebon, Pelindo, KSOP dan kementrian untuk mencari solusi terbaik dari dampak tersebut.
Menurut Azis, penutupan bongkar muat batu bara berdampak positif dan negatif, bagi masyarakat disekitar pelabuhan Cirebon sudah banyak dirugikan akibat debu batu bara yang menganggu pernapasan dan kehidupan warga sekitar, sementara banyak perusaahan yang ada di luar Kota Cirebon membutuhkan batu bara asal Cirebon untuk sektor industri.
Dalam waktu dekat Wali Kota akan memanggil seluruh pihak yang terkait untuk duduk bersama - sama mencarikan jalan terbaik mengenai persoalan batu bara tersebut. Agar ada solusi yang tidak saling merugikan satu sama lain dengan adanya penutupan batu bara.










Tidak ada komentar
Posting Komentar