Wali Kota Prihatin Taman Di Jadikan Aksi Vandalisme Dan Tempat Mesum
Kota Cirebon (89,2 CR) - Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis mengaku Taman Krucuk Cirebon masih menjadi tanggungjawab Pemprov Jabar. Azis prihatin jika taman krucuk dipergunakan untuk berbuat mesum dan dikotori aksi vandalisme.
" Saya merasa malu Cirebon sebagai Kota Wali salah satu tamannya dibuat tempat mesum dan aksi corat - coret yang mengotori taman " Ungkapnya saat ditemui wartawan siang tadi, jumat (8/1/16)
Azis mengakui pengelolaan taman krucuk masih kurang maksimal karena masih dimiliki pemerintah provinsi jawa barat. Sehingga pihaknya tidak bisa maksimal dalam pengelolaannya.
Terhadap kondisi ini, dia berharap agar Pemprov Jabar segera melimpahkan salah satu asetnya ke Pemkot Cirebon. Sebab, jika aset secara resmi dilimpahkan, Pemkot Cirebon akan memaksimalkan pengelolaannya.
“Kami berharap agar pelimpahan aset dari pemprov segera dilakukan, agar pemkot bisa lebih maksimal mengelola taman tersebut. Kami akan bersama-sama SKPD terkait untuk mengawasi taman tersebut,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon, Taufan Bharata mengatakan, masyarakat tidak mengeneralisir adanya oknum yang memanfaatkan Taman Krucuk dijadikan tempat maksiat, kemudian menganggap taman itu sebagai tempat maksiat.
Menurutnya, selama taman tersebut berada di wilayah Kota Cirebon, maka kewajiban DKP untuk merawat dan menjaga taman itu dengan baik. Sehingga, tidak perlu diributkan apakah status Taman Krucuk sudah menjadi aset Kota Cirebon atau masih menjadi milik Pemprov Jabar.Namun soal pengawasan taman, menurut dia, kewenangannya bukan ranah DKP, melainkan tugas dan fungsi Satpol PP.
“Kalau aset bangunannnya, Taman Krucuk itu milik Pemprov akan tetapi kalau tanahnya milik pemkot. Selama berada di kota, DKP pasti akan menjaga dan memelihara seperti taman-taman lainnya,” kata Taufan.









Tidak ada komentar
Posting Komentar