Surat Rekomendasi Ditolak, Warga Gelar Istigosah
Kota Cirebon (89,2 CR) - Surat rekomendasi penutupan bongkar muat batu bara di pelabuhan Cirebon yang di kirim ke kemendagri dan Kementrian lingkungan hidup di tolak, pihak Kementrian tetap memperbolehkan bongkar muat hanya di satu tempat asalkan pengusaha mengikuti aturan dari Kementrian yaitu debu batu bara harus streril saat pengangkutan. Persoalan ini menimbulkan masalah baru bagi masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan Cirebon.
Imbas dari penolakan surat ini puluhan warga sekitar pelabuhan melakukan aksi istigosah didepan pelabuhan Cirebon. Mereka menuntut penutupan bongkar muat batu bara secepatnya, karena debu batu bara berdampak pada kerusakan kesehatan bagi generasi muda yang ada di sekelilingnya.
Koordinator aksi purnomo mengatakan, adanya bongkar muat batu bara menganggu pernapasan masyarakat di sekelilingnya. Pihaknya meminta kepada pemerintah agar segera menutup bongkar muat batu bara secepatnya.
" Sudah banyak korban dari batu bara oleh karena itu pemerintah harus segera menutup bongkar muat batu bara agar tidak ada korban lagi " Katanya siang tadi, rabu (6/1/16).
Sementara itu anggota DPRD Kota Cirebon dari partai Nasdem Hari Saputra Gani angkat bicara. Menurutnya persoalan batu bara ini di kembalikan kepada Wali Kota Cirebon yang memiliki kewenangan penuh atas penutupan batu bara.
" ketegasan Wali Kota Cirebon Drs Nasrudin Azis ditantang untuk bisa menutup bongkar muat batu bara, kami di belakang Wali Kota mendukung penuh penutupan batu bara apapun alasannya, karena dampak batu bara sangat dirasakan masyarakat sekitar pelabuhan " tegasnya kepada wartawan Cirebon Radio.
DPRR Kota Cirebon tetap dengan pendirinya menutup bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon, pasalnya sudah banyak korban akibat terkena ispa bahkan hingga meninggal dunia.









Tidak ada komentar
Posting Komentar