Taman Krucuk Kurang Pengawasan, Jadi Tempat Vandalisme Dan Mesum
Kota Cirebon (89,2 CR) - Kurangnya pengawasan dari dinas terkait, taman krucuk sebagai ruang terbuka hijau dimanfaatkan untuk aksi vandalisme bahkan tempat berbuat mesum. Sejak taman tersebut direvitalisasi dan dilimpahkan pengelolaannya dari pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Pemkot Cirebon, kini kondisi tidak terurus.
Aksi berbuatan mesum tersebut diketahui oleh salah satu anggota dprd Kota Cirebon dari Komisi C Jafarudin. Dirinya mempergoki langsung tiga remaha yang hendak berbuat senonoh ditaman.
Dikatakan Jafarudin, saat itu dirinya hanya ingin mengambil foto kondisi tamun krucuk karena penuh dengan coretan dinding namun tidak disangka melihat dua orang laki-laki dengan satu remaja puteri yang hendak melakukan perbuatan asusila
“Saya datang ke Taman Krucuk, awalnya iseng mau ambil foto-foto kondisi taman yang tidak diurus, tahu-tahunya ada dua orang cowok dan satu cewk mau berbuat begituan (berbuat asusila, red), saya samper dan kejar, mereka kabur,” Katanya,
pemerintah Kota Cirebon harus bertanggungjawab untuk pemanfaatan taman dengan baik. selain itu diperlukan pengawasan ekstra ketat, jangan sampai taman yang sejak awal difungsikan untuk kegiatan masyarakat seperti olahraga dan kesenian, malah dijadikan tempat mesum.
Kabid Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon, Abing Rijadi mengatakan, keberadaan Taman Krucuk memang saat ini masih belum ada pengelolaannya. Akan tetapi, pada tahun ini direncanakan DKP akan menunjuk pengelola taman krucuk agar bisa memberikan pengawasan dan bertanggungjawab atas kondisi taman.
“Saat ini DKP sudah menunjuk petugas untuk mengawasi taman krucuk setiap harinya, memang betul taman itu dirusak oleh anak-anak punk atau berandalan saat malam hari, kami akan terus memantau kondisi taman itu,” katanya.
Sementara warga yang tinggal di sekitar Taman Krucuk, wandi (60) mengatakan, keberadaan Taman Krucuk yang sampai saat ini masih dimanfaatkan pasangan muda-mudi sampai tengah malam. Lampu penerangan yang tidak cukup, katanya, membuat warga sekitar tidak bisa mengontrol di lokasi.
“Kalau tiap malam ada saja yang pacaran, nggak tau mereka sedang apa?. Warga juga sesekali mantau di lokasi, ternyata ada saja orang disana, nggak wajar, malam-malam ngumpul di taman,” paparnya.








Tidak ada komentar
Posting Komentar