Banjir Kepung Kabupaten Cirebon Bagian Utara
Kab Cirebon (89,2 CR) - Banjir kembali merendam ratusan rumah di Kabupaten Cirebon bagian Utara. Tingginya intensitas hujan, menyebabkan jebolnya tanggul sungai hingga merendam rumah di sekitar bantaran sungai. Brimob Datasemen C dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membantu mengevaluasi warga yang terjebak di dalam rumah. Warga diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Pantauan di lapangan, hujan deras yang mengguyur Cirebon sejak hari Sabtu dan Minggu merendam ratusan rumah di Desa Klayan, Jatimerta, Gunung Jati, Kalisapu, Wanakaya, Grogol, Mertasinga, Sirnabaya, Mayung, Buyut dan Sambeng. Penyebabnya sungai Pekik dan sungai Condong meluap.
Kirno warga desa Wanakaya Kecamatan Gunung Jati mengaku, air masuk kerumahnya pada pagi dini hari. Air sempat surut namun kembali datang karena hujan deras kembali turun. Dirinya belum berani kembali kerumah lantaran kondisi cuaca masih hujan.
"Hari Minggu dini hari air mulai masuk, kami semua mengungsi kemudian air datang lagi pas hujan di Minggu malam. Jadi kami belum berani ke rumah," ungkapnya kepada CR, Senin (12/3/18).
Hal serupa juga dirasakan Debi warga Vila Intan Kecamatan Gunung Jati. Air merendam pemukimannya akibat tanggul penahan jebol karena derasnya sungai Pekik. Ketinggian air beragam, dari 20 cm sampai 1, 5 meter. Untuk sementara dirinya bersama keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Ini karena tanggul jebol. Ketinggian bervariasi dari sedengkul sampai se dada orang dewasa. Sementara seluruh keluarga mengungsi takut ada banjir susulan," katanya.
Komandan Brimob Detasemen C Jawa Barat AKBP Widodo menyiapkan 20 personil guna membantu mengevaluasi korban banjir. Sampai dengan saat ini ada 6000 jiwa yang terdampak akibat banjir tersebut. Personil disiagakan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Satbrimob juga membuka tenda darurat untuk melayani korban banjir di dua kecamatan ini.









Tidak ada komentar
Posting Komentar