Dalam Tiga Bulan Pertalite Di Kota Cirebon Naik Dua Kali
Kota Cirebon (89,2 CR) - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kembali naik untuk kedua kalinya. Hal ini cukup mengejutkan para penggunanya, pasalnya kenaikan kali ini tidak disosialisasikan pihak Pemerintah maupun Pertamina.
Berdasarkan laman resmi Pertamina, harga Pertalite naik Rp. 200 per liter sejak Sabtu (24/3/2018) dari yang tadinya Rp. 7.600 per liter menjadi Rp. 7.800 per liter. Adapun kenaikan Pertalite sebelumnya pada Januari lalu sebesar Rp. 100.
Kepala Bank Indonesia (BI) wilayah Cirebon, Abdul Majid Ikram mengatakan, kenaikan harga Pertalite tersebut dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Namun indikasi kenaikan harga BBM bisa saja terjadi tergantung dari pergerakan harga minyak dunia.
"Kenaikan harga BBM dalam negeri bukan atas kendali Pertamina melainkan penetapan harga minyak dunia," ujar Majid saat jumpa pers di gedung BI wilayah Cirebon, Selasa (27/3/2018).
Kepada awak media Majid menghimbau, agar tidak menyebarkan berita hoaks terkait kenaikan harga BBM dengan sejumlah harga kebutuhan pokok. Selain itu, dia juga menginformasikan penurunan tarif tol terhadap angkutan niaga.
Menanggapi hal itu, salah seorang sopir angkutan kota, Didi (59) menilai, kenaikan harga Pertalite merupakan hal wajar selagi harga BBM jenis premium terjaga, kendati di wilayah Cirebon terbilang langka. Ia pun mengaku tidak akan menaikkan tarif angkot asalkan kenaikan tersebut masih rendah.
“Kalau misalkan premium dihilangkan dan pertalite harganya mahal, ya kita repot juga, penghasilan pun akan berkurang. Tetapi jika harga BBM pertalite naik lebih dari Rp. 500 secara otomatis kami akan menaikan pula tarif angkot,” ungkap Dedi.









Tidak ada komentar
Posting Komentar