Header Ads


Pemuda Bakung Lor Jadikan Ulat Kandang Sebagai Peluang Bisnis

Kab Cirebon (89,2 CR) - Desa Bakung Lor Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, memiliki banyak potensi industri rumahan, yang paling terkenal yakni industri tape ketannya, namun berbeda halnya dengan kreatifitas salah seorang warga yang bernama Imam. Sebuah ide muncul ketika dia mengepul kotoran ayam yang sudah kering dan melihat banyak ulat di kotoran ayam tersebut, kemudian Imam mencoba menjualnya di pemelihara burung Murai. Alhasil burung kicau menyukai pakan ulat itu.

“Pada awalnya sedikit yang tahu tentang ulat kandang, namun saya tak kehabisan akal untuk mempromosikannya melalui media sosial dan hasilnya lumayan. Saya sudah 4 tahun berdagang ulat kandang sampai sekarang,” tutur Imam, Kamis (22/03/2018).

Bisnis ulat kandang mepunyai nilai ekonomi lumayan tinggi. Imam menjual ulat kandang Rp.50.000/kg untuk pembeli eceran, berbeda lagi kalau dijual di kios pakan dengan harga Rp.35.000/kg. Dia mengaku sangat bersyukur, dari hanya pengepul pupuk kandang kini menjadi penjual ulat kandang yang harganya lumayan tinggi. Ulat kandang tersebut laku di pasaran sekitar Cirebon untuk pakan burung kicau jenis Murai dan burung kicau lainnya. Imam mengaku mendapatkan keuntungan sekitar 2-3 juta perbulan.

“Saya dapat ulat kandang secara cuma-cuma dari peternak ayam, karena saya mengais ulat itu sendiri  di kotoran ayam yang sudah kering, jadi keuntungannya seratus persen, tapi kalo dapat beli lagi hanya lima puluh persen” tutur Imam.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.