PLTU II Capai Financial Close
Kab Cirebon (89,2 CR) - Akhirnya Financial Closing untuk pembiayaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon II berkapasitas 1.000 megawatt sudah final.Sumber pembiayaan pembangunan PLTU, 75 persen dari asing dan 25 persen. Nilainya untuk unit II itu US$ 2 miliar. Ada loan and equity. Demikian dikatakan Direktur PT Cirebon Energi Prasarana (CEPR) Heru Dewanto.
“Akhirnya kita mencapai financial close, kesepakatan semua pembiayaan,” ungkapnya kepada awak media, Jum'at (16/3/18).
Dengan demikian semua persyaratan pembiayaan terpenuhi. Dirinya mengatakan PLTU Cirebon II merupakan pembangkit kedua yang dikembangkan perusahaannya menyusul beroperasinya PLTU Cirebon I berkapasitas 650 MW sejak 2012.
Menurut Heru, lahan dan perizinan, termasuk izin lingkungan, juga sudah tuntas. Izin mendirikan bangunan (IMB), misalnya, sudah dikantongi sejak setahun lalu. PLTU Cirebon II pun sudah tidak lagi terganjal masalah tata ruang dengan mengacu Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016.
"Kalau izin lain sudah selesai sejak tahun lalu. Oleh sebab itu kami sudah berani bangun kontruksi, " tambahnya.
Dalam pembangunan kontruksi, PLTU Cirebon II mampu menyerap tenaga kerja sampai 3000 orang, jika sudah selesai maka bisa menyerap tenaga kerja sampai 500 orang, seperti di PLTU I.
"Pada tahap konstruksi kami menyedot tenaga kerja lokal sangat banyak, Diperkirakan selesai pada 2021 pembangunan PLTU II, dan pasti akan menyedot tenaga kerja lokal, " katanya.
Heru mengaku, akan memprioritaskan masyarakat sekitar untuk bekerja di PLTU II. Seperti di PLTU I, hampir sebagian besar warga di desa yang dekat dengan tempat tersebut. Bahkan mereka berada di posisi strategis.









Tidak ada komentar
Posting Komentar