Kerajinan Gerabah Desa Sitiwinangun Kembali Bergairah
Kabupaten Cirebon (89, 2 CR)- Nilai estetika tidak berarti dihargai mahal sehingga banyak keuntungan, Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, merupakan desa khas penghasil gerabah. Namun sangat disayangkan omset produksi sempat menurun, pasalnya kerajinan gerabah sempat mati suri sekitar tahun 2000-an, namun secara berangsur-angsur mulai bangkit kembali di tahun 2009.
Melalui Kadmia, kerajinan gerabah mulai dibangkitkan lagi, dengan sering melakukan pelatihan-pelatihan dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Menurutnya, kerajianan gerabah adalah ciri khas dari Desa Sitiwinangun, jadi tidak boleh hilang.
“Kita jual dari harga 150 ribu hingga 1 juta, tergantung tingkat kesulitan dan ukuran gerabah, keuntungan perbulan masih 1 juta – 2 juta, soalnya kita bikin itu tergantung pemesanan,” ujar Kadmia selaku pengrajin serta Kadus Desa Sitiwinangun, Senin (02/04/2018).
Untuk pemasaran sendiri masih wilayah Cirebon dan beberapa di luar kota yakni Jakarta, Sumedang, dan Bandung. Media pemasaran kerajinan gerabah sudah melalui online, pemesanan langsung dan pameran. Yang paling banyak dipesan yakni hiasan untuk rumah.
Bahan kerajinan gerabah diambil dari tanah liat dengan campuran pasir sungai yang lembut, melalui proses pengadukan yang merata. Untuk pembuatan kerajinan gerabah masih melalui dua proses yakni dengan cetakan dan dari olahan tangan pengrajin sendiri. Harapan Kadmia, Pemda bisa memasarkan kerajinan gerabah Desa Sitiwinangun agar lebih luas lagi.









Tidak ada komentar
Posting Komentar