Header Ads


Perempuan Muda Ditemukan Tewas Di Rumah Kontrakan

Kota Cirebon (89,2 CR) - Warga Perumnas Gunung digegerkan dengan meninggalnya seorang wanita bernama April di jalan Kelud I, No 224, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon yang ditemukan pertama kali oleh pembantunya pada, Kamis (26/4/18).

Ujang Maulana ketua RW 07 membenarkan telah di temukan jenasah April yang sudah meninggal di dalam rumah oleh pembantunya. Dari pengakuan pembantu korban, majikannya datang pada pagi dini hari diantar oleh seseorang sampai di dalam rumah. Selang beberapa jam ternyata sudah tidak bernyawa, khawatir pembantu melaporkan kepada ketua RW.

"Tadi pagi pembantu April lapor bahwa majikannya sudah tidak bernyawa. Kemudian kami lapor ke Polisi dan selang beberapa menit Inafis datang. Informasi dari pembantu katanya baru datang subuh di antar sama temannya kemudian langsung masuk di dalam rumah, pas pagi sudah tidak bernyawa, " jelasnya kepada awak media di tempat kejadian.

April yang baru menempati rumah kontrakan kurang dari satu bulan ini merupakan pribadi yang tertutup. Ketua RW sempat beberapa kali meminta identitas diri namun tidak pernah direspon. Warga sekitar tidak mengetahui pasti apa pekerjannya, hanya jika pada malam hari keluar rumah, dan kembali pada pagi dini hari.

"Orangnya sangat tertutup, beberapa kali minta fotokopi indentitas diri untuk arsip tidak pernah dikasih. Warga hanya tahu kalau berangkat malam pulang subuh, " tambahnya.

Ditambahkan Ujang, di rumah itu April hanya tinggal berdua dengan pembantunya, sedangkan rumah bukan milik pribadi melainkan rumah yang sengaja dikontrak. Dirinya mengaku kesulitan melapor kepada pihak keluarga karena tidak mengetahui pasti indentitas April. Saat ini kasusnya tengah ditangani Polres Cirebon Kota.

Sementara itu Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy menjelaskan, korban diduga sakit kronis sehingga diantarkan kawannya pulang ke kontrakan. Pihak kepolisian tidak melakukan otopsi karena keluarga menolak.

"Pengakuan dari keluarga korban sudah lama sakit kronis, kami tidak lakukan otopsi karena keluarga menolak," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.