Header Ads


DPPKP Kota Cirebon Sidak Pangan Pasar Tradisional dan Modern

Kota Cirebon (89, 2 CR) - Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) melalui bidang ketahanan pangan mengadakan Inspeksi Mendadak (Sidak) beberapa bahan pangan di pasar tradisional dan modern.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Elmi Masruroh mengatakan, bahwa di pasar Perumnas Kecamatan Harjamukti, ada makanan yang harus terus waspadai, yakni mie basah, pasalnya setiap pemeriksaan hasilnya positif boraks, namun ini hanya pemeriksaan secara cepat. Mengenai kandungan banyak atau sedikitnya boraks harus melalui uji laboratorium.

"Mie basah itu kemudian dipotong-potong dan diberi air aquades, dan airnya itu dicelupkan ke kertas khusus, untuk identifikasi fisik mie basah yang mengandung boraks biasanya tekstur mienya kenyal, tidak mudah putus jika ditarik, kemudian baunya tidak alami, dalam suhu kamar tidak cepat bau, seharusnyakan sehari jasa sudah bau," jelas Elmi ketika diwawancara awak media, Kamis (17/05/18).

Setelah ke pasar tradisional, DPPKP melanjutkan Sidak ke salah satu pasar modern yang berada di Jalan Rajawali untuk mengambil sampel buah-buahan, sasaran  untuk skirining yaitu buah Pir dan Anggur hasil impor. Sebab buah impor biasanya dicurigai mengandung formalin, dan juga berdasarkan informasi dari pelayanan, bahwa yang banyak dikonsumsi oleh konsumen adalah buah Pir dan Anggur.

Hasil skirining buah Pir aman dari formalin, namun buah Anggur agak sedikit menjadi perhatian, bahwa melalui tes skirining atau pemeriksaan secara cepat dengan alat tertentu diduga mengandung formalin, tetapi untuk memastikan lebih lanjut dan realnya harus melalui uji laboratorium. Kedua buah itu tidak mengandung pestisida yang diambang batas. 

Walaupun begitu, Elmi tetap menghimbau bagi konsumen yang ingin mengkonsumsi buah-buahan atau sayuran untuk dicuci dengan air mengalir, agar tetap waspada adanya kandungan formalin dan pestisida.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.