Header Ads


Hari Buku Nasional, Minat Baca Muda-Mudi Kota Cirebon Memprihatinkan

Kota Cirebon (89,2 CR) Awal bulan Ramadhan jatuh pada 17 Mei, bertepatan dengan Hari Buku Nasional. Bukan tanpa sebab, di hari itu juga bertepatan dengan momentum peresmian Perpustakaan Nasional pada 17 Mei 1980. 

Sejarah mencatat, tanggal tersebut dipilih berdasarkan ide dari Abdul Malik Fajar, Menteri Pendidikan dalam Kabinet Gotong Royong pada 2002 lalu. Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca. Harpeni Harianto mengatakan, apabila disandingkan dengan dulu akan jauh berbeda, karena di zaman serba canggih ini buku bacaan bisa ditansformasi ke dalam bentuk elektronik. Dengan fasilitas Perpustakaan 400 (Daerah) sudah memadai, pengunjung cenderung meningkat.

“Supaya menarik pengunjung bagaimana, yaitu dikasih wi-fi. Orang kan yang penting nyaman dulu, ini aja kan setelah ada wi-fi, colokan listrik tiap meja, pengunjungnya meningkat. Apakah itu baca buku atau hanya nyolokin listrik, tapi kan kunjungan sifatnya. Dari kunjungan itu menarik untuk minat membaca,” tutur Harpeni, Kamis (17/05/18).

Terpisah, berbeda paham dengan Faturahman sebagai mahasiswa jurusan komunikasi, di hari buku ini dirinya merasa miris karena generasi muda Indonesia masih kurang dalam hal minat membaca, dan juga kunjungan diperpustakaan daerah diisi oleh beberapa anak muda yang memang gemar membaca sedangkan mayoritas anak muda sekarang terfokus pada gadget, atau peralatan yang memang itu membutakan mereka mengenai hal membaca buku. Harapannya di hari buku ini, khususnya kalangan muda tingkat minat bacanya meningkat. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.