Header Ads


Status Beberapa Gedung Pendidikan Di Kabupaten Cirebon Menyimpan Polemik

Kab Cirebon (89, 2 CR) - Polemik status lahan tanah dan bangunan gedung di Raudlatul Athfal (RA) Al-Faqih, TPQ Al-Barokah, dan DTA Al-Barokah di Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, masih belum jelas.

Pihak Yayasan Muksinah yang menaungi tiga Program pendidikan madrasah tersebut, khawatir jika ada pantauan dari  Kemenag akan bermasalah. Pasalnya, bangunan fisik RA tersebut masih berstatus Non-formal.

Ketua Yayasan Muksinah, Eli mengatakan, bahwa RA, TPQ, dan DTA rencanya akan pindah ke tanah yang sudah dibeli dari dana pribadi, yakni dari Kepala Yayasan MI, Sri Yati, dan Abdul Syarif selaku orang tua Eli, dan jelas kepemilikannya ataupun wakafnya. Namun menurutnya, pembangunan gedung tersebut masih banyak kendala, terutama dana untuk pembangunan dan operasional pendidikan masih berstatus Desa Purwawinangun.

"Rencananya pindah ke Desa Keraton, sebab di Desa Purwawinangun tanah wakafnya hanya lisan dari Almarhum yang bersangkutan, dan kemungkinan ahli waris menghendaki tanah tersebut, sedangkan pengajuan untuk pembangunan sekolah harus ada tanda bukti tertulis, kalau tanah wakafkan ada sertifikatnya," jelas Eli ketika diwawancara CR, Selasa (22/05/18).

Eli sempat berharap ada bantuan dari bansos untuk pembangunan RA, TPQ, dan DTA, namun dalam kurun dua tahun, dana dari Bansos itu tak kunjung cair. Jadi untuk sementara, bangunan sekolah masih di atas tanah wakaf yang tidak bersertifikat, diperparah kondisi bangunan pun memprihatinkan dan sebagian aktifitas belajar-mengajar juga masih numpang di mushola. 

Eli meminta, agar bangunan itu nantinya memiliki badan hukum, seperti akta notaris, dan juga mengantongi SK Kemenkumham. Jadi kalau bangunannya masih berstatus  Non-formal, belum ada badan hukumnya, maka tidak bisa menyerap beasiswa, infrastruktur dan juga tunjangan pengajar dari Kemenag atau instansi terkait.

"Kalo saya Lillah hita'alaa mba, gaji guru pun dari iuran bulanan anak-anak saja, saya enggak digaji enggak masalah yang penting proses pembelajaran masih berjalan" rintihnya. [Nla]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.